Philosophy

99% Alfa Omega adalah refleksi terhadap proses pembelajaran tanpa henti yang digambarkan dalam pembelajaran ketukangan yang pedagogis, teknis, dan filosofis. Belajar terhadap material lokal yang jujur dengan penyelesaian detail – detail yang teknis dan secara filosofis dengan bentukan geometris sederhana dan menyelesaikan masalah konstruksi bangunan. Siluet atap sinusoidal tidak terputus sedikit banyak menggambarkan awal dan akhir, antara alfa dan omega, mengenai penggalian batas potensi atap nipah yang mudah dibentuk,dengan konstruksi yang paling sederhana, konstruksi bentuk segitiga dengan perbedaan sudut di perulangan kuda – kuda dengan jarak 600 mm yang kemudian lengkungan ini ditransformasikan secara konsisten dan diulang pada bentuk railing, dan bangku sebagai tempat untuk bertegur sapa, dari hal yang besar ke hal yang kecil. bentuk lengkung diulang kembali dalam bata yang dikonstruksi meliuk – liuk dengan celah – celah kecil yang membuat sirkulasi udara silang bisa terjadi.

Cerita 99% Alfa Omega dimulai di Bulan September 2016 sekolah ini direncanakan dari brief yang ketat, lahan yang tidak memiliki jalan akses, dikonstruksi dengan waktu yang pendek, 4 bulan, di tempat yang merupakan cekungan lahan sehingga konstruksi dibuat melaaayang 2.1 m diatas tanah dengan menggunakan konstruksi baja. Konfigurasi massa bangunan diatur supaya pengguna bisa mendapatkan akses visual ke amphitheatre, ruang bermain. Jembatan pun dibuat untuk menghubungkan massa bangunan satu dengan yang lain menggunakan konstruksi tidak terikat. Konstruksi bangunan dibedakan berdasarkan berat dan tinggi bangunan. Bangunan penerima, Workshop yang hanya satu lantai dikonstruksi menggunakan bambu, bangunan sekolah dikonstruksi menggunakan konstruksi baja, dan bangunan kantin 2 lantai dikonstruksi dengan mengggunakan portal catenary bambu sebagai penyatu 4 massa bangunan di tengah – tengah lahan.

Proses desain dan konstruksi adalah proses permainan reduksi atau mengurangi yang tidak perlu. Dengan mengurangi yang tidak perlu, atau menyederhanakan namun lebih jauh lagi Berproses disini adalah sebuah sumber pelajaran dan pengajaran universal yang ditemukan dengan pelatihan turun temurun dengan berkolaborasi dengan tukang – tukang Sumedang dan Salembaran, ataupun penemuan – penemuan masalah, dan penyelesaian ditempat berdasarkan kemampuan pekerja. Pengguna bangunan dan pekerja diajak untuk bermimpi, kembali kepada kondisi yang jujur untuk mempertanyakan definisi sebuah material dan definisi bagaimana sebuah material itu disusun dengan terus mempertanyakan apakah ada cara yang lebih baik untuk menyusun sebuah material.

Pada akhirnya alfa omega adalah sebuah semangat pembelajaran tanpa henti dalam balutan mimpi anak – anak, sehinggadalam perjalanan hidup kita, kita akan selalu ingat semangat untuk tidak takut salah, tidak takut bermimpi, mengingat jati diri kita sebagai seorang manusia pembelajar.

Kata 99% berarti adalah sebuah proses yang hampir selesai dimana semua karya akan mengalami hal serupa dimana 1% adalah hasil interpretasi dari pengunjung, pengguna, dan 99 % adalah hasil dari kerja keras seluruh pihak dalam proses pembuatan. 1% dibutuhkan untuk melengkapi 99% menyadi 100 % dimana kekuatan kritik, interpretasi, dan gelak tawa dilantunkan untuk menandai perasaan cinta ketika satu karya dinilai, dirubah, dan diredefinisi lagi untuk kebutuhan di masa depan. tanpa 1 %, 99 % tidak akan menjadi 100 % oleh karena itu, karya dari arsitek seharusnya terbuka dalam produk dan proses untuk semua orang untuk melengkapinya.

 

Realrich Sjarief