Arum Dalu Resort

Appointment : 2012

Construction Start: 2012
Completion:
first phase was completed in 2014
second phase is on construction

Area: 40 Ha
Features : The project is renovation project from existing unfinished building. The project was carefully Designed on existing structure, the ten 150 sqm villas is combined in modern and traditional ambiance with private pool and contemporary chic gazebo. The design propose to get the most efficient way of construction by using prefabricated concrete which has effect of natural lime stone. The development also include bridge to sahang, the cafe and resto, landscape features integrated with high technology Mechanical Electrical features and Water Sensitive Urban Design.

Deskripsi :
Arum Dalu adalah Resort yang dimiliki oleh Tjioe Agus Supramono, seorang pendiri pabrik karet ternama, bernama PT. Prammindo RUbber Industry yang memfokuskan diri di sektor mesin pabrik yang memberikan percontohan dalam teknologi bangunan untuk mengembangkan kawasan Arum dalu dengan inovasi terhadap prefabrikasi dan pengolahan energi dengan pendekatan ramah lingkunan. Desain Villa difokuskan dengan 10 buah villa dengan pendekatan ramah lingkungan dengan sistem teritisan di bangunan yang berukuran 6 x 12 m. Dipadukan dengan inovasi terhadap pengolahan air, bangunan yang tropis, dan efisiensi energi sehingga desain yang dihasilkna menjadi satu buah master piece di daerah belitung 50 km dari bandara Tanjung pandan. Bangunan didesain menggunakan lampu hemat energi dan material yang memiliki insulasi tinggi. Pengembangan Villa difokuskan dalam beberapa tahap besar perencanaan, desain untuk villa tropis, cafe sahang, dan pengembangan villa lainnya, dalam satu masterplan yang besar.

Resort berada di tengah hutan dengan jarak 2 jam di daerah membalong, selatan Belitung. Kesulitan yang tinggi mewarnai pengerjaan
pembangunan seperti kesulitan akan kualitas tukang dan penyediaan tukang untuk membangun, juga kesulitan akan jenis bahan yang terbatas dalam pembangunan. Desain dimulai dari renovasi 10 buah resort yang sudah dibuat sebelumnya. Keadaan selanjutnya tidak mudah karena kondisi infrasturktur yang terbatas, dimana tidak ada listrik, tidak ada sinyal untuk bisa berkomunikasi, daerah yang masih hutan dengan jalan yang berupa tanah liat yang seringkali membuat kendaraan tergelincir dan perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki. Alhasil proyek diselesaikan dalam waktu 3 tahun dan sebagian besar waktu pembangunan dihabiskan tanpa adanya dukungan infrasturktur, seperti air dan listrik dari pemerintah.

Batuan prefabrikasi yang dicetak sebesar 30 x 60 dan pasif desain yang digunakan yang sederhana namun memecahkan persoalan. konstruksi dengan tujuan untuk mencapai carbon footprint yang rendah. Solusi terhadap krisis pada waktu pembangunan dipecahkan dengan sistem konstruksi prefabrikasi yang tinggi dengan cetakan material batuan sintetis yang dikhususkan dari batuan dan pasir setempat. Disini air ditampung untuk untuk digunakan kembali, dan efisiensi energi ditingkatkan dengan menggunakan energi dari penghawaan udara dan penggunaan energi matahari. Sistem konstruksi cabana menggunakan bahan konstruksi alumunium yang ringan, yang dibungkus anyaman rotan sintetis yang ada di setiap cabana yang ada di 10 villa. Pekerja didatangkan dari Cirebon untuk menganyam rotan di tempat. Gazebo ini didesain dengan mempertimbangkan dengan sudut – sudut estetika yang menggunakan bentuk yang sederhana yaitu, segitiga.

tidak cukup disitu, pengolahan – pengolahan sampah, pembibitan tanaman melalui proses hidroponik dan aeroponik, dipadukan dengan sistem integrasi arsitektur ke dalam bangunannya menjadi cerita villa dengan teknologi dan ilmu pengetahuan yang modern secara fundamental dalam menangani krisis. Arsitektur kemudian muncul dalam anyaman, dan detail – detail yang terselesaikan baik dalam citra bangunan yang dialasi dengan hal yang fundamental. Bangunan Sahang, restaurant diletakkan menghadap ke bibir pantai menggunakan struktur kayu yang ditemukan dilokasi dengan konstruksi lokal menawarakan transparansi dan memberikan kenyamanan dari angin laut di malam hari. Beton precasting digunakan sebagai konstruksi menggunakan pasir setempat di lokasi

Client: Arum Dalu Resort, Agus Supramono, Siannie, Albert Aoron Pramono
Principal Architect| Architect : Realrich Sjarief
1st phase Conceptual Design Team : Maria Vania, Donald Aditya Epiphanius, Christiandy Pradangga
1st phase Design Built Team : Bambang Priyono [Head Technical], Anton Suryanto [Technical]

2nd phase Conceptual Design Team : Miftahuddin Nurdayat, Tatyana Kusumo, Hardiyanto Agung Nugroho, Rio Triwardhana, Jovita Lisyani.
Management Construction : Pramindo
Structural Engineer: Pramindo
Quantity Surveyor: Pramindo
M+E Engineer: Pramindo
General Contractor : Pramindo
Related Press Release or Updates

Photo courtesy : Arum Dalu Resort